Papua Barat Klaim Kemerdekaan
Mulai hari Selasa, 1 Desember 2020, Organisasi ULMWP atau singkatan dari United Liberation Movement for West Papua pimpinan Benny Wenda mulai mendeklarasikan kemerdekaan Papua Barat dari Indonesia. Benny Wenda pun mengklaim telah membuat pemerintahan sementara West Papua. Sementara itu pemerintah Indonesia menolak mengakui kemerdekaan Papua Barat versi Benny Wenda ini.
Benny Wenda sendiri adalah sosok yang mengklaim dirinya adalah pemimpin Gerakan kemerdekaan Papua Barat dan Ketua Persatuan Gerakan Pembebasan Papua Barat. Benny Wenda Lahir di Lembah Baliem, Irian Jaya, pada 17 Agustus 1974 yang berarti sekarang dia telah berusia 46 tahun. Untuk sekarang dia tinggal di Oxford, Oxfordshire, Inggris.
Gerakkan yang Benny Wenda bermula dari era pemerintahan Soeharto yang tumbang dan dimulainya era reformasi. Melalui organisasi DEMMAK (Dewan Musyawarah Masyarakat Koteka), Benny menuntut pembebasan rakyat Papua, terkhususnya rakyat Papua barat. Lobi – Lobi terus dilakukan Benny Wenda hingga masuk ke pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri namun tidak menghasilkan kesepakatan. Seluruh tawaran dari pemerintah Indonesia ditolak pihak Benny Wenda termasuk pengakuan otonomi khusus.
Namun akhirnya Benny Wenda ditangkap dan dijebloskan ke penjara pada 6 Juni 2002 karena dituduh menghasut masyarakat untuk melakukan pengrusakan. Selama dipenjara Benny Wenda mengaku mendapat penyikasaan. Selama persidangan pun pihak Benny Wenda mencurigai bahwa persidangan yang dilakukan pemerintah Indonesia Cacat Hukum. Pada 27 Oktober 2002 Benny Wenda kabur dari tahanan dengan dibantu oleh pihak – pihak yang mendukung kemerdekaan Papua Barat dan memilih untuk menetap di Inggris untuk meneruskan perjuangan kemerdekaan Papua Barat dari luar negeri.
Dengan munculnya deklarasi kemerdekaan Papua Barat secara sepihak oleh Benny Wenda, kasus tersebut pun masuk ke babak baru. Dari pihak Benny Wenda yang selalu menolak segala tawaran yang Indonesia berikan, merupakan awal mula Gerakan Papua Barat Muncul. Menurut Benny Wenda, Indonesia merupakan penjajah yang tidak berbeda dengan Belanda pada masa – masa kolonialisme dulu. Bahkan Benny Wenda menyebut bahwa pemerintah Indonesia menerapkan bentuk penjajahan dalam bentuk baru. Karena sama – sama merasa tertindas saat berada di pemerintahan Indonesia, Benny Wenda pun menganggap bahwa Indonesia merupakan negara penjajah.
Menururt Benny Wenda, deklarasik kemerdekaan papua barat pun telah sah karena Papua Barat telah dukungan dari tokoh – tokoh lokal, pemimpin gereja katholik dan protestan setempat. Bahkan dia mengklaim telah memiliki konstitusi yang jelas yang diperlukan oleh sebuah negara di pemerintahan Papua Barat. Oleh karena itu Benny Wenda menyuruh Indonesia angkat kaki dari Papua Barat segera mungkin.
Uniknya, klaim yang Benny Wenda utarakan tidak didukung oleh OPM (Organisasi Papua Merdeka). OPM mengecam pendirian Negara Papua Barat karena Benny Wenda yang secara sepihak menyebut bahwa dia sendiri yang menjadi persiden di Papua Barat. Menurut OPM, deklarasi kemerdekaan suatu negara yang dilaksanakan di negara lain (dalam hal ini Negara Inggris) dan bukan di negara itu sendiri tidak dapat diterima oleh akal sehat.
Dar pihak Indonesia sendiri, lewat anggota komisi 1 DPR RI dari Fraksi Golkar, Christina Aryani, menganggap deklarasi kemerdekaan Papua Barat lewat klaim sepihak oleh Benny Wenda adalah gimik semata. Menurut Christina Aryani, Papua tetap dianggap sebagai bagian dari negara Indonesia oleh dunia internasional. Lanjutnya, pihak Benny Wenda selalu saja cari perhatian dari dunia internasional tiap kali ada kesempatan.
Dari kacamata saya, pihak Benny Wenda merupakan pihak yang dari awal salah. Kenapa? Karena dari awal Benny Wenda melakukan komunikasi yang buruk dengan pemerintah Indonesia. Benny Wenda yang dari awal selalu lantang menyerukan kemerdekaan papua barat namun tidak sejalan dengan komunikasi yang baik terhadap pemerintah Indonesia. Padahal Indonesia telah menawarkan berbagai macam jalan keluar untuk menyelesaikan sengketa papua barat.
Klaim Benny Wenda juga sangat bertentangan dengan hukum internasional yang menyatakan bahwa Papua Barat masih menjadi bagian dari Indonesia. Benny Wenda yang selalu saja mencari – cari perhatian ke dunia internasional untuk mendapat dukungan merupakan hal yang sia – sia. PBB pun juga masih mengakui bahwan Papua Barat merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Indonesia.
Pihak pihak yang mendukung kemerdekaan Papua barat juga mungkin masih memiliki pemikiran bahwa papua barat telah dijajah oleh pemerintah Indonesia. Padahal dari awal karena kurangnya komunikasi yang baik dengan pihak Indonesia, banyak anggapan liar bahwa Indonesia menindas rakyat Papua secara tidak manusiawi. Hal ini diperparah dengan cuitan cuitan yang tidak bertanggung jawab di media sosial yang menyebarkan pendapat pribadinya tanpa melihat fakta di lapangan.
Sebenarnya dengan komunikasi yang baik dari kedua belah pihak dapat menyelesaikan permasalahan papua barat ini. Baik dari pihak Benny Wenda maupun dari pihak Indonesia harus menyediakan forum – forum diskusi yang sehat untuk menyelesaikannya. Namun klaim demi klaim oleh pihak Benny Wenda memperburuk hubungan Indonesia dengan pihak Benny Wenda yang mendukung kemerdekaan Papua barat.
Salah satu hal yang mengganggu dalam kasus klaim kemerdekaan Papua barat ini adalah isu – isu politik yang selalu saja diselipkan. Misalnya negara - negara yang mendukung kemerdekaan Papua Barat yang nyatanya masih menjadi bagian Indonesia. Sebut saja Vanuatu, Kepuluaan Solomon, Tonga, Palau, Tuvalu, marshall Island, Nauru, dan Saint Vincent dan Grendines. Sebagian besar negara – negara yang mendukung kemerdekaan papua barat merupakan bekas jajahan Inggris atau negara persemakmuaran Inggris. Hal ini bisa disimpulkan bahwa ada pihak – pihak dari luar yang ingin papua barat keluar dari Indonesia.
Dengan kekayaan tanah Papua yang dimiliki sekarang, banyak sekali pihak – pihak yang ingin mengeruk keuntungan dari kasus papua barat ini. Oleh karena itu selama Papua barat masih menjadi bagian Indonesia, banyak pihak – pihak yang ingin merusak hubungan yang telah dibangun ini, bahkan dari awal kemerdekaan Indonesia. Pemerintah Indonesia sendiri dengan lantang menyatakan bahwa menolak segala bentuk penjajahan di atas dunia. karena telah merasakan pahitnya terjajah, jadi tidak mungkin pihak yang menolak penjajahan akan menjadi penajajah itu sendiri.
Referensi Artikel :
https://tirto.id/ulmwp-umumkan-pemerintah-sementara-di-papua-merdeka-dari-indonesia-f7BZ
https://id.wikipedia.org/wiki/Benny_Wenda

Komentar
Posting Komentar